Polewali Mandar mukhsinpro@gmail.com 081342023999

Blognya Anak Muda

Top Billboard on this Weekend

Thursday, December 3, 2015

Tentang Kangen dalam Sebuah Hubungan

Tidak bisa dipungkiri bahwa hal terkampret dalam sebuah hubungan adalah kangen. Kangen adalah ilusi paling menyebalkan di muka bumi. Tidak seperti rasa lapar yang bisa diberantas dengan makanan, kangen nggak bisa diapa-apain. Ketika seseorang kangen, itu berarti, ya udah mati aja.

Ketika kangen menyerang, mengerjakan sesuatu jadi terasa tidak enak. Mau tidur resah, mau kerja pun terasa susah karena tidak fokus.

Uniknya, cowok dan cewek, ketika kangen memiliki caranya sendiri-sendiri.

Biar gue jabarkan satu per satu:

Mari kita mulai dari cewek.

Cewek kalau kangen selalu diumbar-umbar. Entah itu lewat Twitter (biasanya dilakukan dengan me-retweet twit-twit kangen tentunya), atau pun dengan cara lain, kayak teriak-teriak “AKU KANGEEN AKU KANGEEEN?!!” di garasi rumah pas ujan sambil gedor-gedor pager.

Lebih jauh lagi, setiap kangen, cewek selalu mengungkapkannya secara frontal ke pasangan mereka. Dan itu akan bikin cowok mereka sebel. Kenapa? Karena cowok nggak bisa ngapa-ngapain. Otak cowok dari sananya sudah “disetel” untuk mencari sebuah solusi. Kalau ada kasus yang datang ke cowok, secara otomatis si cowok akan mencari cara menyelesaikan masalah tersebut. Contoh: kalimat “Aku laper deh.” Solusi: cari makan.

Tapi tidak ada yang bisa dilakukan cowok ketika ceweknya bilang di telepon, “Aku kangen deh.”

DEMI TUHAN KITA GAK TAHU SOLUSI KANGEN APAAAN?!

Nggak mungkin juga ketika cewek bilang gitu kita balas, “Oh kamu kangen. Perkenalkan, aku Aliando.”

Saking gak tahu harus membalas apa, akhirnya cowok cuman bengong dengan ponsel nempel di telinga sampai si cewek kembali nanya, “Kamu kenapa diem aja?”

Akhirnya, demi keutuhan rumah tangga perpacaran, cowok kerap kali melakukan white lies. Setiap cowok ditanya begini sama pacarnya, mereka pasti bakal menjawab: “Iya, aku juga kangen. Hehe. Hehe. Hehehehehehehehe.”

Setelah dijawab gitu, cewek-cewek bakal geer. Begitu mendengar kata “Iya, aku juga kangen sama kamu” dari si pacar, mereka bakal sok-sok bertanya balik sambil malu-malu najong, “Oh ya? Masa sih kamu kangen juga? Ihihihihihihihihik.”

Lalu kita bahas cowok.

Gue sebenarnya tidak ingin menyampaikan ini karena ini rahasia yang sangat pribadi. Tapi demi keadilan dan kemaslahatan umat dunia macho, gue akan kuak ini!! HAHAHAHA!!

Gue bisa jamin, semua cowok melakukan ini ketika lagi kangen. Jadi tolong dibaca baik-baik. Sebagai permulaan, gue akan memberikan data yang sangat spektakuler. Sebuah survey di Amerika mengatakan 9 dari 10 cowok tidak pernah kangen sambil makan tempe mendoan.

Kenapa mereka kalo kangen gak pernah makan mendoan? Karena cowok. Kalo kangen. Gak pernah bilang-bilang.

Berbeda dengan cewek, cowok ketika kangen selalu gengsi. Cowok selalu tidak mau terlihat cemen di mata pacarnya. Makanya, mereka tidak pernah mau mengaku kangen. Perilaku cowok ketika kangen bakal seperti ini: malem-malem, udah siap-siap mau tidur, lampu udah dimatiin, tiba-tiba buka hape (maksudnya liat-liat gallery ya, bukan batrenya dicongkel pake obeng). Lalu si cowok nggak sengaja ngeliat foto dia dan si pacar. Lalu timbullah rasa kangen.

Dan inilah yang ditunggu-tunggu. Fase kangen cowok selama semalaman:
  • 1 jam pertama: mengenang momen-momen di foto sambil tiduran.
  • 2 jam berikutnya: bangun dan mulai senderan ke tembok. Matanya kosong dan mengawang-awang.
  • 5 menit berikutnya: garuk-garuk belakang kepala. Untuk yang kebetulan lagi gatel, biasanya sampai 7 menit. Untuk yang di kepalanya ada tumor ganas, cukup tiga detik.
  • 45 menit berikutnya: nutupin muka pake tangan.
  • Lalu nyanyi lagu sedih sampai pagi.

Besoknya, semua cowok bangun kesiangan. Lalu mereka semua akan sarapan pake omelan si pacar, “Kamu ke mana aja? Bangun kok kesiangan? Emang tidur jam berapa?” Lalu, selayaknya kebohongan yang akan berujung kepada kebohongan lain, cowok akan mencari-cari alasan lain. Bagi para mahasiswa biasanya akan beralasan, “Iya maaf aku ngerjain tugas sampe pagi.” Padahal di dalem hati udah jerit-jerit, “GUE KANGEN ELU SETAAAAN?!”

Jadi gue harap kepada para ilmuwan di luar sana, selain sibuk mencari obat HIV dan Ebola, temukanlah obat kangen.

Membahas postinganini. Iya, gue emang masih malu dan tidak biasa ngomong di depan kamera. Rasanya terlalu aneh buat gue. Ngomong di depan kamera sendirian di dalem kamar itu kayak… kayak ngomong sendirian sama kamera di dalem kamar.

Pokoknya gitu deh.

So, makasih banyak untuk masukan dan komentarnya. Lain kali gue bakal bikin yang lebih bagus dan matang.
*Sumber : Keribo

 

  8 comments:

Followers

10 Top Post

Total Pengunjung

Featured Post

Hal Ngeselin Saat Main Clash Of Clans

Sebagai mahasiswa semester 4 gue mulai mengalami kejenuhan di dunia perkuliahan. Gue ngerasa tiap hari kerjaan gue Cuma ketemu tugas, tu...

Mohon ikuti saya

Powered by Blogger.